Cinta Itu Tidak Harus Satu (Cerpen)
Karya: Syafira Muna Syahida Semua kebiasaan atau karakter yang melekat pada seseorang selalu berawal dan berasal dari rumah. Aku percaya itu. Lantaran, aku mengalaminya sendiri dan ini berkaitan dengan penggunaan bahasa sehari-hari. Heran melandaku baru-baru ini. Sebenarnya, tidak hanya heran, tapi juga risih. Beberapa siswi di sekolah bertanya padaku tak hanya sekali dua kali. "Awakmu iku wong ngendi, to? Kok lek ngomong nggawe basa Indonesia?" "Orang Tulungagung?" jawabku dengan sedikit nada bertanya. Bukan karena tidak yakin, melainkan karena terkejut dengan pertanyaan yang diajukan siswi tersebut padaku. "Tau tinggal nek luar kota?" Raut bingungku semakin menjadi. Tapi tetap menggeleng. "Enggak. Dari lahir sampai sekarang aku tinggal di Tulungagung." Lawan bicaraku mangut-mangut. Namun tampaknya tidak puas dengan jawabanku. Sepertinya ia sedikit merasa aneh. Maka dari itu aku menambahkan, "Soalnya, dari kecil aku sudah terbiasa berbicar...