Emulsifier In Our Bread (Cerpen)
"Rada!" Dengan tergesa-gesa kuhampiri perempuan yang rambutnya dikepang satu dan diikat dengan pita merah. Selasar SMK Cipta Karsa yang sepi di pagi hari membuat ketukan sepatuku dengan lantai terdengar jelas. "Kau barusan bilang apa pada Kina?" Aku berhenti tiga langkah tepat di belakangnya. Gadis yang kupanggil memutar badan seratus delapan puluh derajat. Alisnya naik. "Hanya mengatakan hal yang perlu aku katakan," katanya acuh. Kedua bola matanya diputar ke kanan sebelum kemudian tatapan malasnya dilayangkan padaku. "Kebiasaan banget! Kau pasti mengatakan sesuatu yang menusuknya lagi, kan? Aku lihat wajahnya ditekuk begitu ketika masuk kelas," tuduhku tak habis pikir. Walaupun aslinya aku cuma pura-pura tidak tahu. Sebenarnya aku mendengar dengan jelas pembicaraan Rada dan Kina. Perempuan sedingin makanan beku itu meminta Kina menyalin diagram alir proses pembuatan selai nanas di bukunya ke kertas folio bergaris untuk tugas kelompok mata pelaj...