Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2021

Review Novel Howls (dot) com karya Ghyna Amanda Putri

Gambar
🌾🌾 Judul: Howls (dot) com Penulis: Ghyna Amanda Putri Penerbit: de TEENS Terbit: Maret 2014 Dulu, aku sering berpikir, apa yang akan terjadi padaku kalau aku mati? Siapa yang akan menangis untukku? Apa masih ada orang yang mau datang menabur bunga di atas makamku? Sekarang, aku tahu..., mereka mungkin adalah kalian.  ~~~~ Cerita diawali dengan sudut pandang orang pertama dari seorang perempuan pertengahan tiga puluhan, mengetik pesan di sebuah portal forum online bernama How's life today?  Menyapa paling awal. Tetapi keseluruhan cerita menggunakan sudut pandang orang pertama bergantian. Tujuh tokoh mendapatkan bagian masing-masing. Novel ini menggunakan alur maju. Menceritakan tentang tujuh orang dengan usia beragam dan kehidupan berbeda yang saling mengenal dan berinteraksi dalam portal forum online.  Namun, ada yang aneh. Anggota forum hanya mereka dan tidak pernah bertambah. Benarkah hanya kebetulan? Cerita lebih banyak disajikan dengan percakapan forum d...

Teriakan Sebuah Lampion (Dongeng)

Hari ini merupakan hari kelahiran putri. Raja dan Ratu melangkah perlahan ke arahku. Mereka bersisian. Saling berpegangan tangan. Alangkah romantisnya. Raja dan Ratu sampai di hadapanku. Saling menatap satu sama lain. Raut keduanya menyiratkan kesedihan. Raja dan Ratu masih diam di depanku. Masih saling menatap. Namun kali ini tersenyum. Senyum yang menyimpan kerinduan dalam. Raja dan Ratu mulai mengulurkan tangan kepadaku. Embusan napas keduanya yang menyentuh tubuhku terasa panjang.  Raja dan Ratu menyentuh kedua sisiku. Memegangi dengan lembut. Lantas pelan-pelan mengangkat dan melepaskan aku ke langit malam. Udara hangat di dalamku membuat diriku semakin tinggi. Terangkat semakin jauh. Sehingga aku dapat menyaksikan kawan-kawanku yang berpendar terang menyusul terbang. Bukan main banyaknya. Aku sungguh bahagia.  Sangat bahagia.  Sampai... angin membawa kami ke perairan. Di sana aku melihat dengan jelas sosok yang dirindukan Raja dan Ratu duduk di atas perahu bersama s...

Lelaki Dalam Dongeng (Dongeng)

Aku, lelaki dalam dongeng.  Namun bukan Raja.  Aku tak memiliki kekuasaan, wilayah atau rakyat yang tunduk padaku. Aku, lelaki dalam dongeng. Namun bukan Pangeran. Ayahku bukan Raja, ibuku juga bukan Ratu. Aku, lelaki dalam dongeng. Namun bukan sosok tampan nan gagah yang diidam-idamkan para putri atau ratu muda.  Aku, lelaki dalam dongeng.  Namun dalam kisah cintaku, alih-alih 'hidup bahagia selamanya'. Yang ada justru bertepuk sebelah tangan. Aku, lelaki dalam dongeng. Tubuhku besar dan hijau. Sosok buruk rupa yang dijauhi...  ...namun masih berani-beraninya jatuh cinta pada gadis yang terlahir dari timun berkulit emas. Perempuan muda yang disayangi seisi desa. 

Fantasi dan Suatu Saat Nanti (Cerpen)

Aku suka sekali berfantasi. Membayangkan kejadian-kejadian seru, sosok-sosok imaji, dan duniaku sendiri.  Hanya dengan berbekal pensil mekanik ukuran nol koma lima, sebatang penghapus dan setumpuk kertas putih aku mampu menciptakan banyak hal menakjubkan yang mustahil ada di alam nyata. Mulai dari bajak laut, manusia duyung, peri, elf, trol, raksasa batu, dan beragam makhluk fantasi lainnya. Seperti sekarang, aku tengah mengerjakan gambar penyihir cantik berjubah yang rencananya akan aku beri warna marun, tak bertopi, melainkan bertudung, menggenggam mantap tongkat yang memiliki panjang hampir sama dengan tingginya. Tongkat yang dibawanya sedikit rumit, pada bagian atas batang dililit semacam tanaman merambat, meliuk-liuk indah dengan puncak batu berlian.  Posisi perempuan penyihir tersebut tersenyum menyamping, dengan latar pemukiman berupa rumah-rumah kayu beratap bentuk mirip topi penyihir. Sepertinya, setelah ini akan kugambar sosok tampan bersayap yang menghadapnya sambil...

Peri Dibalik Tirai Kamar Cinderella (Dongeng)

Kasihan sekali Cinderela. Ibunya tiada sejak ia kecil.  Ayahnya menikah lagi  dengan wanita jahat.  Membuatnya mau tak mau  harus tinggal bersama kedua kakak tiri  yang tak kalah jahat. Sungguh malang Cinderela.  Ia menjadi budak di istana Sang Ayah.  Dipaksa melakukan ini itu sampai lelah.  Dituntut menyelesaikan banyak pekerjaan dengan sempurna. Sungguh tak beruntung Cinderela. Ia menjadi tahanan di kamarnya sendiri  ketika pesta dansa istana digelar megah.  Terkurung bersama debu,  pakaian lusuh,  dan teman tikusnya. Namun,  ibaku tak kunjung muncul.  Hati batuku tak kunjung pecah.  Diriku masih termangu di tempat.   Mengintip Cinderela  dari balik tirai kamarnya. Aku tak bisa membantu.  Tak ingin.  Tak mau.  Aku tahu akhir kisah ini.  Pangeran akan jatuh cinta pada Cinderela.  Dan cintaku...,  akan bertepuk sebelah tangan. 

Perbincangan Mengenai Tiga Permintaan (Dongeng)

Di sebuah taman istana yang indah, seorang Putri jelita tampak duduk di tepian air mancur. Di sebelahnya, berdiri seekor katak hijau. Keduanya tampak terlibat perbincangan. Katak Hijau: "Jika Anda memiliki tiga kesempatan untuk mendapatkan apapun, kau menginginkan apa, Putri?" Putri: "Yang pertama, aku ingin mendapatkan sesuatu yang tidak didapatkan oleh seorang Putri Raja. Yaitu, rasa kekurangan harta." Katak Hijau: "Mengapa begitu, Putri?" Putri: "Karena aku tidak ingin terlena dengan kekayaannykekayaan Ayahanda sehingga menjadi pribadi yang sombong." Katak Hijau: "Setelah itu, Anda menginginkan apa, Putri?" Putri: "Teman." Katak Hijau: "Bukankah Anda telah memiliki banyak teman? Para Putri dan Pangeran dari kerajaan tetangga, bukankah mereka semua teman Anda?" Putri: "Maksudku, seorang teman dari kalangan rakyat. Kudengar pertemanan mereka menyenangkan. Tanpa saling membanggakan diri dan pamer." Katak Hi...

Sebaris Dongeng Tentang Dunia Sang Putri (Cerpen)

Ada yang lebih menyesakkan ketimbang tak memiliki apapun dalam hidup, yakni ketika kau memiliki segalanya namun kau tahu bahwa itu semua sama sekali tidak berguna. Palsu. Ibarat jebakan, tampak menyenangkan, akan tetapi sesungguhnya membunuh. Meskipun mungkin, tak sesadis dan semenyeramkan itu. Wanita berparas cantik yang menyilakanku tinggal dalam istananya memperkenalkanku dengan nama Aire pada orang-orang. Sedangkan untuk dirinya sendiri ia memilih panggilan ‘Ibu' jika aku memanggilnya.  Kata pemuda-pemuda dan anak-anak kecil di desa, perempuan berparas elok tersebut memiliki hati yang lembut dan baik, sabar, serta memiliki kepedulian tinggi.  Namun beda tangan beda hasil, beda kelompok beda pendapat, kata gadis-gadis dan para wanita dewasa, perempuan muda itu bagaikan purnama yang selalu dipuja kaum lelaki dan anak-anak. Pengacau, perusak, perebut hati yang kejam. Kalau bagiku, ia Ibu yang tak seperti ibu. Ia ibu pertamaku tapi ... ketika melihat ibu anak-anak lain, aku ja...

Review Novel Absolute Justice karya Akiyoshi Rikako

Gambar
Bab pertama ditulis menggunakan sudut pandang orang ketiga seorang penulis non-fiksi bernama Kazuki. Di sana dipaparkan adegan ketika Kazuki menerima surat undangan dari Takaki Noriko yang seharusnya sudah mati dibunuhnya. Noriko merupakan sosok yang terobsesi dengan kebenaran. Hidupnya digunakan untuk membela kebenaran di mana pun, kapanpun dan pada siapapun tanpa terkecuali. Kebenaran yang dianutnya didasarkan pada hukum Jepang. Obsesi Noriko terhadap kebenaran sangat berlebihan sampai membuat orang-orang disekitarnya merasa tidak nyaman. Persoalan kecil bisa jadi masalah besar jika Noriko ikut campur tangan. Selain itu, dalam menegakkan kebenaran, Noriko benar-benar tutup mata atas situasi sulit targetnya. Tanpa kasihan, tanpa rasa kemanusiaan. Novel ini menggunakan plot campuran. Setiap bab menggunakan sudut pandang orang ketiga bergantian tiap tokoh. Uniknya, tidak ada sudut pandang Noriko di sini. Namun pembaca tetap dibuat fokus pada karakter Noriko. Novel ini berakh...