Perbincangan Mengenai Tiga Permintaan (Dongeng)
Di sebuah taman istana yang indah, seorang Putri jelita tampak duduk di tepian air mancur. Di sebelahnya, berdiri seekor katak hijau. Keduanya tampak terlibat perbincangan.
Katak Hijau: "Jika Anda memiliki tiga kesempatan untuk mendapatkan apapun, kau menginginkan apa, Putri?"
Putri: "Yang pertama, aku ingin mendapatkan sesuatu yang tidak didapatkan oleh seorang Putri Raja. Yaitu, rasa kekurangan harta."
Katak Hijau: "Mengapa begitu, Putri?"
Putri: "Karena aku tidak ingin terlena dengan kekayaannykekayaan Ayahanda sehingga menjadi pribadi yang sombong."
Katak Hijau: "Setelah itu, Anda menginginkan apa, Putri?"
Putri: "Teman."
Katak Hijau: "Bukankah Anda telah memiliki banyak teman? Para Putri dan Pangeran dari kerajaan tetangga, bukankah mereka semua teman Anda?"
Putri: "Maksudku, seorang teman dari kalangan rakyat. Kudengar pertemanan mereka menyenangkan. Tanpa saling membanggakan diri dan pamer."
Katak Hijau: "Lalu berikutnya, Anda menginginkan apa, Putri?"
Putri: "Yang terakhir, aku menginginkan kau menjadi manusia."
Katak Hijau: "Aku... menjadi manusia? Mengapa Putri menginginkan hal seperti itu?"
Putri: "Karena kau sangat baik, wahai Katak. Tutur katamu lembut dan kau juga sangat penyayang. Aku pikir, akan menyenangkan berteman denganmu sebagai sesama manusia."
Katak Hijau: (Terdiam)
Putri: "Maafkan aku. Apakah aku baru saja menyakiti perasaanmu, wahai Katak?"
Katak Hijau: "Sama sekali tidak, Putri. Justru Anda baru saja mematahkan—"
Cahaya hijau berpendar dari tubuh Sang Katak. Dan setelah cahaya itu meredup, Sang Katak menghilang. Digantikan sosok rupawan yang tersenyum kepada Putri. Ia mengenakan pakaian bersih nan megah sebagaimana seorang Pangeran.
Lelaki (Katak Hijau) : "Inilah wujud asliku, Putri. Perkenalkan, saya Pangeran dari Negeri Barat. Harapan Anda telah mematahkan kutukan yang melekat kepada diri saya. Terima kasih."
Komentar
Posting Komentar