Review Novel Absolute Justice karya Akiyoshi Rikako
Bab pertama ditulis menggunakan sudut pandang orang ketiga seorang penulis non-fiksi bernama Kazuki. Di sana dipaparkan adegan ketika Kazuki menerima surat undangan dari Takaki Noriko yang seharusnya sudah mati dibunuhnya.
Noriko merupakan sosok yang terobsesi dengan kebenaran. Hidupnya digunakan untuk membela kebenaran di mana pun, kapanpun dan pada siapapun tanpa terkecuali. Kebenaran yang dianutnya didasarkan pada hukum Jepang.
Obsesi Noriko terhadap kebenaran sangat berlebihan sampai membuat orang-orang disekitarnya merasa tidak nyaman. Persoalan kecil bisa jadi masalah besar jika Noriko ikut campur tangan. Selain itu, dalam menegakkan kebenaran, Noriko benar-benar tutup mata atas situasi sulit targetnya. Tanpa kasihan, tanpa rasa kemanusiaan.
Novel ini menggunakan plot campuran. Setiap bab menggunakan sudut pandang orang ketiga bergantian tiap tokoh. Uniknya, tidak ada sudut pandang Noriko di sini. Namun pembaca tetap dibuat fokus pada karakter Noriko.
Novel ini berakhir sebagaimana yang diinginkan Noriko. Sebuah akhir yang sarat akan kebenaran tanpa belas kasih.
Komentar
Posting Komentar